Selasa, 25 Agustus 2009

Ketulusan Seorang Anak Kecil

Mungkin dapat dibaca untuk mengisi waktu luang Anda.

Yu Yuan

Kisah ini tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah: "Saya pernah datang dan saya sangat penurut". Anak ini rela melepaskan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya.

Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 Imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “Saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan.” Kemudian, papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada ASI dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papanya mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut, sehingga papanya membawa Yu Yuan ke sebuah Puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa.

Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri di kursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar $300.000. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang ke sanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir di kala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa, saya ingin mati”.

Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun, kenapa mau mati?”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”

Pada tanggal 18 Juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri.

Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya, lihatlah foto ini”. Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yang berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri dan akhirnya menyebar ke seluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke seluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese di dunia saja telah terkumpul 560.000 dollar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.

Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan, tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati.. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: “Yu Yuan, anakku yang tercinta, aku mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Aku mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Aku mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan, anakku tercinta.”

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita di dalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu Yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perempuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Ia pernah mengalami pendarahan di pencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 Agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante, kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya?" tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, “Karena mereka semua adalah orang yang baik hati.” Yu Yuan kemudian berkata : “Tante, saya juga mau menjadi orang yang baik hati.” Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik... Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik.” Dari bawah bantal tidurnya Yu Yuan mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante, ini adalah surat wasiat saya.”

Fu Yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan di atas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh.” Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

”Saya pernah datang, saya sangat patuh,” demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 Agustus, karena pendarahan di pencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Karena berusaha mencari makanan, Yu Yuan mengambil mie instan dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis.

Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air sungguh telah pergi ke dunia lain.

Di kecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil di atas langit, kepakkanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa-mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Di depan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 Nov 1996- 22 Agustus 2005). Dan di belakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah di saat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita leukimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis di raut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan, kamu pasti sedang melihat kami di atas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata: “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.


Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN

Sabtu, 20 Desember 2008

Saya Belajar

Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang

lain mencintai saya,

Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang

saya cintai...

Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk

membangun kepercayaan

dan hanya beberapa detik saja untuk

menghancurkannya...

Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang

yang jahat,

justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup

saya kembali

serta orang yg begitu perhatian pada saya ..

Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya

dapat melakukan banyak hal

dan kami selalu memiliki waktu terbaik....

Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa

bertumbuh ,walau dipisahkan oleh jarak yang jauh.

Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati...

Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan

perhatian seperti yang saya inginkan,

bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya....

Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu,

mereka pasti pernah melukai perasaan saya.....dan

untuk itu saya harus memaafkannya...

Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni

diri sendiri dan orang lain

kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus

menerus....

Saya belajar, bahwa tidak masalah betapa buruknya

patah hati itu,

dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan

saya...

Saya belajar, bahwa saya tidak dapat merubah orang yg

saya sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka

sendiri....

Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi

pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya

telah lakukan....

Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah

benda,

tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda....

Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya

miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini

sebenarnya....

Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba

cepat di dunia ini,

semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya

ingin sakit hati....

Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah

menguasai sikap dan emosi

atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya...

Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah,

tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku

bengis....

Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan

adalah saat perpisahan dengan orang yang saya

cintai...

Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi

justru sering diambil segera dari kehidupan saya....

Love doesn't make the world go round.

Love is what makes the ride worth while.

God Bless You All.

Jumat, 12 Desember 2008

Defeated

Don’t defeated by a hurt,
but a hurt must be defeated..!!

Experience is the best techer.

Ketika qta benar2 merasa jatuh gara-gara di kecewain n ditinggal sama pacar atau ketika qta mendapatkan nilai yang jelek sampe2 dipanggil guru or di omelin sama dosen, trus dimarahin sama ortu atau bahkan gagal ngedapetin apa yang qta harepin ataupun yang qta suka, satu hal yang terlintas di v-kiran qta saat itu adalah bahwa langit telah runtuh dan qta selalu merasa bahwa itu merupakan akhir dari dunia.

At least… tamatlah riwayat qta.
Rasa sakit yang terasa seakan mematahkan semangat qta untuk hidup dan menghapus semua cita2 yang telah lama qta harapkan.
Ujung2nya qta selalu menghindar dari temen, jadi pendiem, lebih seneng sendiri, gak mau diganggu, diem dikamer terus, males makan, males ketemu orang n males segala-galanya.
Pokonya qta tuh ngehindar, tapi nggak jelas sebenernya qta tuh ngehindar dari apa..!!
Tapi bisa disimpulin sich.. bahwa qta tuh menghindar dari kenyataan karena qta gak bisa nerima kenyataan yang udah terjadi.

Sesuatu hal yang sangat manusiawi kalo qta nggak bisa nerima kenyataan, apalagi kalo kenyataan yang terjadi itu cukup pahit. Dari semua yang terjadi berujung dengan penyesalan, setelah itu qta selalu mikir…

“Kenapa waktu itu nggak kaya gini n kenapa waktu itu nggak kaya gitu..!!?? andai bisa balik lagi ke masa lalu.....”.

Ach… penyesalan emang selalu bikin qta ngerasa bersalah n datangnya selalu di akhir. Tapi kalo di pikir2 penyesalan yang datangnya di awal emang bukan penyesalan namanya, tapi antisipasi.

Tapi sebenernya kita tuh nyadar gak sih …!!
Bahwa proses pendewasaan kita pelajari dari apa yang kita alami. Artinya kehidupan merupakan tutor kita menuju pendewasaan. Kita nggak akan belajar apa2 klo kita gak mengalami.

Sekali kita jatuh, kita berusaha untuk tidak jatuh yang kedua kalinya khan..!!
Kita tentu nggak mau jadi keledai bodoh yang jatuh untuk kedua kalinya di lobang yang sama.

It means..
Kita nggak boleh gagal untuk kedua kalinya dengan mengulang kesalahan yang sama. Untuk itu, kita harus pinter2 nentuin pilihan, mana yang baik n mana pula yang buruk. Kita harus pikirin juga segala konsekuensinya masing2.
Intinya hidup itu merupakan pilihan..
Apa yang kita pilih, kita harus siap menanggung segala resikonya.

Ada satu hal yang mungkin bisa mengurangi rasa sakit, yaitu mengambil kemungkinan terburuk dari apa yang kita pilih. Artinya kita nggak Cuma muluk2 terbang kesana kemari dengan hayalan kita.
Tapi kita juga mesti mikirin hal terburuk yang bisa terjadi. Dengan begitu kita bakalan siap menghadapi apa yang bakal terjadi nanti, baik itu yang terbaik bahkan yang terburuk sekalipun.

Itu merupakan sisi baik dari yang mengalami jatuh, yakni kita belajar untuk memahami arti kehidupan dan merupakan sebuah pembelajaran menuju pendewasaan. Meski memang segala cara kita lakuin untuk menghindari rasa sakit itu, pasti rasa sakit itu kan tetap terasa. Disaat seperti itu kita pasti butuh orang2 yang men support kita, tapi sebenernya semua tergantung sama diri kita sendiri.

Rasa sakit yang ada Cuma bersifat temporer bahkan Cuma sebuah pemanis hidup, kalo kita nggak mau terus2an berlarut-larut dalam kesedihan.
Kalo kita bisa mengontrol diri kita, jatuh yang kita alami bisa jadi sebuah kebangkitan supaya kita bisa lebih maju lagi. Bukan pura2 tegar, tiap manusia itu awalnya memang diciptakan lemah dan kita nggak bisa lari dari kenyataan.

Tapi bukan berarti semuanya berakhir Cuma gara2 sakit khan..!!?!
Kita itu akan bertambah kuat setelah kita mengalami sakit..
Last…
Percaya slalu bahwa apa yang terjadi itu emang sesuatu yang terbaik yang dikasih tuhan ke kita.

Kamu adalah kuat
Ketika kamu hadir
Kamu adalah hebat
Ketika kamu tersenyum manis
Kamu adalah kuat dan hebat
Ketika kamu kembali
Dan itu adalah adanya kamu.


Kita nggak akan pernah tau
Kalo kita emang gak pernah mau tau
Kita gak akan pernah ngerti
Kalo kita gak pernah nyoba tuk bisa mengerti…….

From : Paper anak muda

Rabu, 05 November 2008

Stories..

Lalui hari yang kian pergi..
langkah demi langkah terasa membekas,
guratan makna kasih yang masih terasa perlahan sirna.
Ada kegalauan yang terpendam di hati.
ingin kuluapkan semua rasa
namun mulut ini seakan enggan bicara..

be continued...!!

Selasa, 28 Oktober 2008

Belajar Microsoft Access

Get External Data

Microsoft Access adalah sebuah program aplikasi basis data (database) yang dapat membantu kita untuk mengelola seluruh data kedalam file database, Microsoft Access ini merupakan bagian dari Microsoft Office..

Database Access disimpan ke dalam sebuah file yang berekstensi mdb. Sebuah file database terdiri dari beberapa bagian yaitu : Tables, Queries, Forms, Reports, Pages, Macros, dan Modules.

Tabel adalah sekumpulan data atau informasi spesifik tentang subjek tertentu yang disusun dalam bentuk kolom dan baris. Tabel merupakan komponen utama dan pertama dari sebuah database yang harus dibuat.

Kolom atau yang lebih dikenal dengan istilah field berisi judul yang mewakili sekumpulan baris. Sedangkan baris atau yang lebih dikenal dengan istilah record berisi kumpulan data yang memiliki karakteristik pengertian yang sama. Jadi satu record mewakili satu data atau informasi tentang suatu entitas subjek secara lengkap.
Microsoft Access mempunyai kemampuan untuk memindahkan dan mengelola isi file dari beberapa aplikasi, seperti Excel, SQL, HTML, dBASE, Paradox, Microsoft Outlook, dan sebagainya menjadi tabel dalam file mdb.

Minggu, 26 Oktober 2008